Cara Memesan di Izakaya di Jepang (2026): Tips Menu Bahasa Inggris
Panduan langkah demi langkah tahun 2026 tentang cara memesan di izakaya di Jepang: sistem QR/tablet, biaya otoshi, dan aturan nomihodai.

Jika Anda mencari di Google cara memesan di izakaya di Jepang, Anda mungkin menyadari bahwa sebagian besar panduan berfokus pada apa yang harus dimakan. Tetapi yang benar-benar membuat pengunjung stres adalah sistem pemesanan (tombol panggil vs. tablet vs. QR), biaya meja otoshi yang mengejutkan, dan detail kecil di balik arti nomihodai (aturan minum sepuasnya).
Panduan siap pakai tahun 2026 ini adalah "panduan pemesanan" langkah demi langkah untuk pelancong jangka pendek (1–3 minggu). Kami akan membahas secara detail apa yang terjadi dari saat Anda duduk hingga saat Anda membayar—ditambah apa yang harus dilakukan ketika menu ditulis tangan dan hanya dalam bahasa Jepang.
Panduan Pemesanan Izakaya 60 Detik (simpan ini): 1) Harapkan hidangan kecil otoshi (berbayar) bahkan sebelum Anda memesan. 2) Banyak kedai menyajikan minuman terlebih dahulu, makanan kemudian. 3) Untuk memesan, cari tombol panggil, tablet, atau angkat tangan dan ucapkan “Sumimasen!” 4) Jika Anda memilih nomihodai, konfirmasikan batas waktu + pesanan terakhir + minuman apa saja yang termasuk. 5) Tidak perlu memberi tip; minta tagihan: “Okaikei onegaishimasu.”
Yang Dapat Anda Harapkan di Izakaya: tempat duduk, biaya meja otoshi, dan alur 'minuman pertama duluan'.
Izakaya adalah pub Jepang kasual tempat Anda berbagi hidangan kecil dan memesan secara bergiliran. Biasanya paling ramai setelah jam kerja (sekitar pukul 6–9 malam), dan banyak yang menerima pengunjung tanpa reservasi—terutama di luar jam sibuk.
Jam operasional umum (bervariasi tergantung lingkungan): banyak izakaya buka sekitar pukul 5 sore dan tutup sekitar pukul 11 malam–1 pagi. Di area kehidupan malam utama(東京:新宿/渋谷、大阪:難波/梅田)Anda juga akan menemukan pilihan yang buka hingga larut malam.
Dasar-dasar pengaturan tempat duduk (dan apa yang harus Anda lakukan segera)
Saat masuk, Anda biasanya akan mendengar "Irasshaimase!" dan ditanya jumlah rombongan Anda ("Nan-mei-sama?"). Beberapa toko menyediakan tempat duduk di meja; yang lain memiliki tempat duduk di konter; beberapa memiliki area tatami di mana Anda mungkin perlu melepas sepatu.
Setelah Anda duduk, Anda biasanya akan menerima oshibori (handuk basah). Gunakan handuk tersebut untuk tangan Anda (bukan wajah), dan Anda siap untuk mulai memesan.
Otoshi: mengapa hidangan kecil disajikan sebelum Anda memesan (dan mengapa itu bukan "gratis")
Kejutan yang sering dialami wisatawan: Anda duduk dan hidangan pembuka kecil muncul tanpa Anda memesannya. Ini disebut otoshi, dan berfungsi sebagai biaya meja di banyak izakaya.
Layanan Hotline Konsumen Resmi Jepang untuk Turis menjelaskan bahwa otoshi adalah bagian dari budaya izakaya dan dikenakan biaya di akhir; layanan ini juga mencatat bahwa beberapa toko mungkin menambahkan biaya tempat duduk terpisah selain otoshi, dan Anda dapat meminta staf untuk menjelaskan biaya tersebut sebelum membayar.
Secara praktis, anggap saja harganya dihitung per orang. Jika Anda memiliki batasan diet, segera beri tahu staf (lihat bagian perlengkapan bertahan hidup), karena otoshi dapat mencakup ikan, kerang, atau daging.
Alur "minuman pertama dulu" (mengapa pemesanan makanan bisa terasa tertunda)
Banyak izakaya menerima pesanan minuman terlebih dahulu, kemudian pesanan makanan setelah minuman tiba. Halaman Layanan Pelanggan untuk Turis yang sama mencatat bahwa menerima minuman terlebih dahulu adalah hal yang umum dan otoshi disajikan agar Anda memiliki sesuatu untuk dikunyah sambil menunggu pesanan makanan dimulai. Jika Anda lapar, jangan panik—ini normal.
Tips untuk yang tidak minum alkohol: Anda tetap bisa mengikuti alur suasana dengan memesan minuman ringan terlebih dahulu (teh oolong adalah pilihan klasik). Anda akan berbaur dan seringkali mendapatkan layanan lebih cepat karena staf dapat mulai menyiapkan "putaran pertama" untuk meja Anda.
Biaya yang perlu dianggarkan (agar Anda tidak kaget saat pembayaran)
Harga sangat bervariasi tergantung kota dan gaya, tetapi untuk makan malam izakaya kasual pada umumnya, banyak wisatawan menghabiskan sekitar ¥3.000–¥6.000 per orang (lebih banyak jika Anda menambahkan paket minuman premium). Tambahkan biaya otoshi ekstra per orang; panduan wisata biasanya menyebutkan otoshi beberapa ratus yen, dan bisa lebih tinggi tergantung pada tokonya.
Jika Anda ingin menghemat anggaran, pesanlah dalam beberapa putaran (2–4 hidangan sekaligus) dan perhatikan harga pasar (時価) untuk setiap item. Jika ragu, tanyakan harganya sebelum mengonfirmasi pesanan.
Cara memesan di izakaya di Jepang pada tahun 2026: tombol panggil, tablet, dan pemesanan melalui kode QR di ponsel.
Inilah keterampilan intinya: di Jepang, staf biasanya tidak akan berulang kali datang ke meja Anda untuk "memeriksa kehadiran". Anda diharapkan memanggil mereka atau memesan menggunakan sistem yang disediakan. Pada tahun 2026, Anda akan melihat tiga pola klasik—ditambah alur QR yang semakin umum.
Pola 1: Tombol panggil meja (opsi termudah)
Banyak izakaya memiliki tombol panggil di meja. Tekan tombol tersebut, dan seorang anggota staf akan datang untuk mengambil pesanan Anda. Ini normal dan tidak kasar.
Jika Anda tidak yakin harus berkata apa, mulailah dengan: “Sumimasen” (permisi) + menunjuk item di menu. Anda juga bisa tersenyum dan berkata: “Kore onegaishimasu” (ini, tolong).
Pola 2: Menu tablet (umum di restoran waralaba)
Izakaya berantai sering kali menyediakan tablet di meja. Panduan pemesanan LIVE JAPAN mencatat bahwa toko-toko berantai mungkin menyediakan tablet, dan banyak di antaranya multibahasa—sehingga Anda dapat memilih item dan menekan "Pesan" sendiri.
Tips untuk pengguna tablet: Sebelum memesan, periksa pengaturan bahasa (EN/Inggris). Periksa juga tab "nomihodai" jika Anda mempertimbangkan paket minuman sepuasnya, karena minuman tersebut mungkin tercantum secara terpisah.
Pola 3: Tanpa perangkat sama sekali (cara tradisional)
Jika tidak ada tombol dan tidak ada tablet, lakukan seperti yang dilakukan penduduk setempat: angkat tangan sedikit dan ucapkan “Sumimasen!” Artikel LIVE JAPAN yang sama menguraikan hal ini sebagai pendekatan standar di izakaya yang lebih kecil.
Setelah staf tiba, pemesanan bisa semudah menunjuk dan mengatakan “Kore to kore” (ini dan ini). Jika Anda ingin menunda pemesanan untuk sementara waktu, Anda bisa mengatakan sesuatu seperti “Itu saja untuk sekarang.”
Pola tahun 2026: Pemesanan melalui ponsel dengan kode QR (pindai untuk memesan)
Transformasi digital restoran telah mendorong sistem "pindai untuk memesan"—di mana ponsel Anda menjadi terminal pemesanan. Misalnya, sistem pemesanan restoran seperti halaman fitur pemesanan Seisei menjelaskan alur pelanggan di mana Anda memindai kode QR, menelusuri menu, dan mengirimkan pesanan dari ponsel Anda, seringkali dengan dukungan multibahasa.
Daftar periksa pemesanan QR langkah demi langkah (apa yang harus dilakukan di meja):
- Periksa konektivitas Anda : Pemesanan dengan kode QR mungkin memerlukan data. Jika Anda tidak memiliki eSIM/Wi-Fi saku, tanyakan kepada staf apakah ada Wi-Fi: “Wi-Fi arimasu ka?”
- Pindai kode QR menggunakan aplikasi kamera Anda dan buka halamannya.
- Temukan pengaturan bahasa (jika tersedia). Jika tidak tersedia, gunakan terjemahan browser ponsel Anda—tetapi periksa kembali nama item.
- Pilih jumlah dengan hati-hati : banyak menu secara default menetapkan jumlah "1," tetapi sate dan hidangan kecil dapat disajikan dengan cepat.
- Konfirmasikan status pesanan : cari “注文完了” (pesanan selesai) atau layar riwayat pesanan.
Jika menu QR membingungkan: jangan menghabiskan lebih dari 20 menit. Tekan tombol panggil (atau “Sumimasen”) dan mintalah bantuan. Sangat wajar untuk mengatakan bahwa Anda tidak mengerti sistemnya.
Apa yang harus dilakukan ketika menu ditulis tangan (dan aplikasi terjemahan gagal)
Di sinilah banyak turis bingung—terutama ketika "menu terbaik" tertulis di papan tulis tulisan tangan. Sebuah panduan berbasis di Jepang yang menggunakan data Tabelog melaporkan bahwa hanya 5,8% izakaya di seluruh negeri (dan 12,3% di 東京) yang memiliki menu berbahasa Inggris hingga akhir Mei 2024, yang berarti menu berbahasa Jepang saja adalah standar. Anda dapat melihat angka dan konteksnya di postingan NinjaKotan Travel ini.
Postingan lain (juga mengutip Tabelog) mengatakan bahwa cakupan menu berbahasa Inggris untuk izakaya sekitar 4,2% secara nasional per 20 Juli 2025, memperkuat bahwa Anda harus mengharapkan menu spesial hanya dalam bahasa Jepang atau yang ditulis tangan. Sumber: NinjaKotan Travel (panduan edisi 2025).
Fakta menarik untuk tahun 2026: Sebagian besar izakaya tidak memiliki menu berbahasa Inggris—jadi "keterampilan memesan" terbaik Anda adalah belajar cara memesan dengan menunjuk, frasa sederhana, dan meminta rekomendasi.
Nomihodai (Minum Sepuasnya) dalam Bahasa Sederhana: aturan, pesanan terakhir, dan menghindari biaya tambahan
Nomihodai adalah tempat di mana tagihan bisa berubah dari "penawaran hebat" menjadi "tunggu, kenapa mahal sekali?" Solusinya sederhana: pastikan aturannya sebelum Anda berkomitmen, dan pesan hanya apa yang termasuk dalam paket.
Arti Nomihodai (apa yang sebenarnya Anda beli)
Nomihodai (飲み放題) secara harfiah berarti "minum sepuasnya," tetapi bukan berarti waktu atau menu tak terbatas. Biasanya ini adalah paket dengan harga tetap dan waktu terbatas, dengan menu minuman yang telah ditentukan selama sekitar 90–120 menit (aturan bervariasi tergantung toko).
Sebagai contoh bagaimana jaringan restoran menetapkan batasan dengan jelas, FAQ resmi Torikizoku menyatakan bahwa reservasi dibatasi hingga dua jam dari waktu reservasi.
Aturan nomihodai umum yang perlu Anda ketahui
Aturannya bervariasi, tetapi beberapa panduan menyimpulkan kebijakan "inti" yang sama. Panduan nomihodai LIVE JAPAN merangkum etiket utama seperti memesan dari menu nomihodai (atau Anda akan membayar ekstra), aturan "satu minuman per pelanggan", dan panggilan terakhir biasanya sekitar 30 menit sebelum waktu berakhir.
- Batas waktu: umumnya 90–120 menit (kadang-kadang lebih lama).
- Pemesanan terakhir / panggilan terakhir: sering kali sekitar 15–30 menit sebelum akhir (店によって違います).
- Hanya minuman yang termasuk dalam paket: apa pun yang tidak tercantum dalam daftar nomihodai akan dikenakan biaya normal.
- Satu gelas dalam satu waktu: seringkali Anda harus menghabiskan minuman yang sedang Anda minum sebelum memesan minuman berikutnya.
- Persyaratan makanan: beberapa tempat mensyaratkan hidangan atau pesanan makanan minimum per orang (terutama untuk nomihodai).
Menghindari biaya tambahan: 4 pertanyaan yang harus ditanyakan sebelum Anda mengatakan ya
Jika Anda khawatir tentang biaya tak terduga, tanyakan hal ini sebelum Anda memulai nomihodai. Anda dapat bertanya dalam bahasa Inggris sederhana; banyak staf akan memahami kata kunci "waktu," "pesanan terakhir," dan "termasuk."
- Berapa lama durasinya? (90 menit? 120 menit?)
- Kapan pesanan terakhir? (“Rasuto odaa wa itsu?” juga bisa.)
- Apakah semua orang wajib bergabung? Ini penting jika seseorang bukan peminum alkohol.
- Minuman apa saja yang termasuk? Tunjuk halaman menu nomihodai untuk konfirmasi.
Cara menikmati izakaya meskipun Anda tidak minum alkohol
Anda benar-benar bisa menikmati izakaya tanpa alkohol. Pesan minuman ringan terlebih dahulu, fokus pada makanan khas, dan jangan ragu untuk melewatkan nomihodai (paket minuman sepuasnya).
Frasa-frasa yang berguna:
- “Osake wa nomanai desu.” (Saya tidak minum alkohol.)
- “Sofuto dorinku arimasu ka?” (Apakah Anda punya minuman ringan?)
- “Oolong-cha kudasai.” (Teh oolong, tolong.)
- “Non-arukooru wa arimasu ka?” (Apakah Anda punya pilihan non-alkohol?)
Strategi bagi yang tidak minum alkohol: Jika kelompok Anda ingin memesan nomihodai tetapi Anda tidak minum, tanyakan apakah satu orang dapat memesan à la carte sementara yang lain memesan nomihodai. Beberapa toko memperbolehkannya; beberapa mengharuskan semua orang untuk ikut serta—jadi sebaiknya konfirmasikan lebih awal.
Perlengkapan Bertahan Hidup Tanpa Bahasa Jepang: kiat menerjemahkan menu, permintaan makanan, frasa kunci + bantuan lokal (cara memesan di izakaya di Jepang dengan percaya diri)
Ini adalah perangkat bantu Anda untuk skenario tersulit: tidak ada menu bahasa Inggris, menu spesial yang ditulis tangan, dan ruangan yang ramai. Tujuannya bukan untuk membuat masakan Jepang yang sempurna—melainkan mendapatkan apa yang Anda inginkan tanpa stres.
Tips menerjemahkan menu yang benar-benar efektif (khususnya untuk papan menu tulisan tangan)
Aplikasi penerjemahan sangat bagus untuk menu cetak, tetapi menu "spesial hari ini" yang ditulis tangan bisa jadi sulit. Gunakan pendekatan berlapis:
- Langkah 1 (cepat): Cari foto, contoh tampilan, atau rekomendasi pengaturan.
- Langkah 2 (cerdas): Mintalah rekomendasi: “Osusume wa nan desu ka?” (Apa yang Anda rekomendasikan?)
- Langkah 3 (risiko rendah): Pesan aneka hidangan: “moriawase” (piring aneka hidangan) adalah pilihan yang aman.
- Langkah 4 (konfirmasi harga): Jika tidak ada harga atau tertulis 時価, tanyakan: “Kore wa ikura desu ka?” (Berapa harga ini?)
Jika Anda ingin mengetahui gambaran sebenarnya tentang menu berbahasa Inggris, angka-angka berdasarkan Tabelog yang disebutkan di atas merupakan pengingat yang baik untuk mengharapkan menu berbahasa Jepang saja di sebagian besar tempat (lihat data Mei 2024 dan data Juli 2025 ).
Frasa kunci untuk pemesanan (minimalis, ampuh, tahan turis)
Hafalkan 10 hal ini, dan Anda bisa memesan di hampir semua izakaya:
- Sumimasen!すみません (Permisi / memanggil staf) — disorot sebagai standar dalam panduan pemesanan LIVE JAPAN.
- Kore onegaishimasu.これお願いします (Tolong, ini.)
- Kore futatsu.これ二つ (Dua dari ini.)
- Nama hitotsu.生一つ (Satu draft bir.)
- Mizu kudasai.水ください (Tolong air.)
- O-sumume wa?おすすめは? (Apa yang kamu rekomendasikan?)
- Daijoubu desu.大丈夫です (Tidak apa-apa / tidak, terima kasih.)
- Okaikei onegaishimasu.お会計お願いします (Tolong tagihannya.)
- Eigo no menyuu arimasu ka?英語のメニューありますか? (Apakah Anda memiliki menu bahasa Inggris?)
- Shashin OK desu ka?写真OKですか? (Bolehkah mengambil foto?)
Permintaan makanan: cara mengkomunikasikan alergi, kebutuhan vegetarian, dan pembatasan agama.
Dapur izakaya sangat sibuk, dan hidangan sering kali mengandung bahan-bahan tersembunyi (dashi, bonito, kerang, dll.). Layanan Informasi Konsumen Jepang untuk Turis secara khusus menyarankan wisatawan untuk mengkomunikasikan kebutuhan vegetarian, agama, dan alergi kepada staf—terutama yang relevan dengan otoshi dan hidangan untuk berbagi.
Gunakan pernyataan yang singkat dan jelas, dan tunjukkan di ponsel Anda (ketik dalam bahasa Jepang jika memungkinkan):
- “Alerugii ga arimasu.”アレルギーがあります (Saya punya alergi.)
- “○○ wa taberaremasen.” ○○は食べられません (Saya tidak bisa makan ○○.)
- “Niku nashi / sakana nashi de dekimasu ka?”肉なし/魚なしでできますか? (Bisakah kamu membuatnya tanpa daging / tanpa ikan?)
- “Kore ni butaniku arimasu ka?”これに豚肉ありますか? (Apakah ini ada daging babinya?)
Penting: Meskipun staf berusaha sebaik mungkin, kontaminasi silang tetap dapat terjadi. Jika alergi Anda parah, pertimbangkan untuk memilih tempat dengan dokumentasi alergen yang lebih jelas (seringkali restoran waralaba) atau memesan tempat di restoran yang secara eksplisit mendukung kebutuhan Anda.
Reservasi dan perencanaan (agar Anda tidak terjebak berkeliaran pukul 8 malam)
Banyak izakaya yang bisa langsung masuk tanpa reservasi, tetapi hari Jumat dan Sabtu bisa penuh—terutama di dekat stasiun-stasiun besar. Jika Anda ingin memesan meja terlebih dahulu, berikut adalah pilihan praktis dan ramah wisatawan:
- Gunakan platform restoran utama: Tabelog (dalam bahasa Inggris) dan TableCheck banyak digunakan untuk menelusuri dan (untuk banyak tempat) melakukan pemesanan.
- Bantuan reservasi melalui telepon dalam bahasa Inggris: Dukungan Reservasi GURUNAVI mencantumkan saluran telepon berbahasa Inggris (050-2018-1384 / +81-50-2018-1384) dengan jam operasional pada hari kerja.
- Datang lebih awal: Jika Anda tidak ingin reservasi, usahakan untuk mendapatkan tempat duduk pukul 17.00–18.00 di area yang ramai(東京:新宿/渋谷/有楽町;大阪:難波/梅田).
Tips akses rute: Di Google Maps, cari “居酒屋” di dekat stasiun Anda dan gunakan “Buka sekarang”. Banyak izakaya bagus yang berjarak 2–8 menit berjalan kaki dari stasiun kereta api utama.
Jika Anda merasa ditagih berlebihan (atau dip压迫 untuk melakukan sesuatu)
Jika Anda berada di kawasan hiburan malam dan seseorang mencoba memikat Anda dari jalan, berhati-hatilah. Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo memperingatkan tentang pedagang kaki lima ilegal di daerah seperti 新宿歌舞伎町 dan mencatat bahwa mereka dapat mengarahkan pelanggan ke tempat-tempat yang merugikan atau tidak pantas.
Jika Anda sudah berada di dalam restoran dan bingung tentang biaya (otoshi, tempat duduk, paket minuman), mintalah penjelasan sebelum membayar. Untuk masalah konsumen, Hotline Konsumen Resmi Jepang untuk Turis mencantumkan dukungan langsung:
Layanan Pelanggan untuk Turis: 03-5449-0906 (Senin–Jumat 10:00–12:00, 13:00–16:00; tutup pada akhir pekan/hari libur; mendukung berbagai bahasa). Detail selengkapnya di situs resmi Layanan Pelanggan untuk Turis.
Butuh Bantuan Lebih Lanjut? Tanyakan di LO-PAL
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang topik ini—atau Anda membutuhkan bantuan spesifik dan lokal seperti “Izakaya mana di dekat hotel saya yang memiliki menu tablet?”, “Berapa harga otoshi di tempat ini?”, atau “Bisakah seseorang membantu saya memesan dari papan menu tulisan tangan?”—tanyakan kepada orang Jepang setempat di LO-PAL.
LO-PAL adalah layanan pencocokan kami yang menghubungkan wisatawan asing dan penduduk setempat dengan para penolong lokal Jepang. Anda dapat mengajukan pertanyaan (gaya tanya jawab) atau meminta bantuan tugas (misalnya: bantuan membaca menu, bantuan reservasi, atau panduan di tempat), dan orang-orang di komunitas akan merespons.
Kami mendukung berbagai bahasa—Inggris, Mandarin, Vietnam, Portugis, Korea, Nepal, Tagalog, Indonesia, dan Spanyol—sehingga Anda dapat fokus menikmati malam, meskipun menunya hanya bahasa Jepang.
Langkah Anda selanjutnya: Sebelum perjalanan Anda (atau sebelum makan malam nanti), posting di LO-PAL dengan area Anda (misalnya, “新宿,” “難波,” “京都 祇園”), anggaran Anda (misalnya, ¥4.000/orang), dan apakah Anda minum alkohol. Kami akan membantu Anda memesan makanan di izakaya dengan mudah.
Written by

Founder, LO-PAL
Former Medical Coordinator for Foreign Patients (Ministry of Health programme) and legal affairs professional. Built LO-PAL from firsthand experience navigating life abroad.
Written with partial AI assistance
Read full bio →


